Menyewa Safety Deposit Box

Jika jumlah emas yang kita miliki tak seberapa, emas memang cukup disimpan di rumah. Tapi kalau jumlahnya sudah cukup banyak, mulailah terasa tidak nyaman. Sekaranglah saatnya untuk menyewa SDB (safety deposit box). Hampir setiap bank memiliki fasilitas ini bagi nasabah untuk menyimpan barang-barang berharga, termasuk emas dan surat wasiat.

Ketemahan dari SDB adalah hanya terbuka di hari kerja. Kalau bank libur, kita tidak memiliki akses untuk mengambit barang milik kita sendiri. Selain itu, menyewa SDB berarti mengeluarkan biaya. Biaya sewa SDB bervariasi. Di kota-kota besar, biaya sewanya berkisar antara Rp 100.000 sampai Rp 1,5 juta per tahun. Di kota kecil, biaya sewa SDB antara Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta. Di luar biaya sewa, ada uang deposit atau jaminan sekitar Rp 5000 ribu di kota besar dan Rp 400 ribu di kota kecil (Tabloid Kontan Minggu V, Oktober 2008, hlm. 25). Uang jaminan tersebut akan dikembalikan kepada nasabah kalau masa sewa habis dan nasabah tidak memperpanjang sewa.

Bank umumnya memiliki fasilitas keamanan superketat untuk jasa penyewaan SDB. Untuk membuka brankas, bank memberlakukan syarat berlapis. Berikut ini prosedur-prosedur pengamanan standar yang diberikan bank terhadap safety deposit box:

  • Ketika akan membuka safety deposit box, pemilik brankas harus mampu menunjukkan identitas lengkap sebagai bukti pemilik.
  • Ruang tempat menyimpan kotak-kotak itu dilengkapi kamera closed-circuit (CCTV) yang selalu mengintai gerak-gerik pengunjung maupun petugas jaga.
  • Bank hanya menyediakan dua kunci. Kunci master dipegang bank, dan satu kunci dipegang nasabah. Kotak hanya bisa dibuka kalau kedua kunci itu dimasukkan bersama-sama ke lubang kunci. Kotak tidak akan terbuka jika hanya menggunakan satu kunci.
  • Bank tak pernah membuat kunci duplikat.
  • Setelah brankas dibuka, petugas bank akan langsung meninggalkan nasabah sendirian.
  • Brankas yang disediakan bank tersebut tahan congkelan dan tahan api, sehingga aman dari mating dan kebakaran.

SDB adalah cara penyimpanan yang paling aman. Memang, ada beberapa kasus di mana nasabah mengaku kebobolan benda-benda berharga yang telah disimpan di SDB. Kemungkinan itu selalu saja terjadi. Sistem keamanan seketat apa pun pasti akan jebol kalau si maling bekerjasama dengan orang dalam.

Karena itu, pilihlah bank yang reputasinya bagus. Pilihlah bank yang tidak memiliki track record kebobolan. Untuk pengamanan berlapis, gunakanlah jasa asuransi. Sehingga kalau terjadi apa-apa, kita tidak kehilangan seluruh aset yang ada di dalam kotak penyimpanan.

Menyimpan Emas Perhiasan di Rumah

Banyak cara menyimpan emas. Yang paling mudah adalah menyimpan di rumah, misalnya ditaruh di lemari atau di brankas besi. Ada juga yang menyimpan di bawah lantai, atau pada langit-langit rumah. Ini adalah metode penyimpanan tradisional yang tentu saja kurang aman.

Cara tradisional lain adalah menyimpan di tempat-tempat yang unik. Orang Bugis sering menaruh emas dalam ikat pinggang mereka. Orang Saigon membungkus emas dengan kertas beras atau kim thanh. Ada yang menguburkannya di dalam tanah, memasukkannya ke dalam rongga kayu, dan lain-lain.

Tujuan utama metode penyimpanan tradisional adalah menyembunyikan emas dari orang lain. Tapi metode modern adalah mempersulit orang untuk mengambil emas tersebut, walaupun mereka tahu tempatnya. Dengan keamanan yang ketat, orang sangat sulit mengambil emas di brankas besi di bank, misalnya.

Hingga kini, kebanyakan emas perhiasan disimpan di rumah pemiliknya. Untuk jenis perhiasan yang dipakai sehari-hari, tentu saja tidak perlu disimpan di bank. Ada baiknya membeli brankas besi tahan api untuk menyimpan koteksi emas perhiasan di rumah. Waspadai juga setiap orang yang memiliki akses ke tempat penyimpanan perhiasan. Belakangan ini, muncul modus operandi baru pencurian oleh pembantu yang ternyata memiliki sindikat di belakangnya.

Jika hendak bepergian dalam waktu lama, misalnya ke luar negeri atau mudik ke kampung halaman, menyimpan emas perhiasan di rumah tentu berisiko. Menyewa safety deposit box di bank pasti mahal, karena biayanya dihitung per tahun. Karena itu diperlukan tempat penyimpanan alternatif. Salah satunya adalah menyimpan emas perhiasan di pegadaian.

Menyimpan emas di pegadaian relatif aman, seperti halnya di bank. Tentu saja, yang dimaksud adalah pegadaian resmi milik pemerintah. Pegadaian akan mengasuransikan emas perhiasan yang dititipkan nasabahnya. Keuntungan lain adalah diperolehnya pinjaman (dengan bunga, tentu saja) yang bisa digunakan untuk menambah uang saku.

Tips Merawat Perhiasan Emas

Sebagai jewelry, tentunya emas perhiasan yang sering dipakai. Entah untuk keperluan sehari-hari, atau untuk penampilan di acara resmi. Karena sering dipakai, ada beberapa macam risiko yang dapat merusak kualitas dan harga emas. Tentu saja, risiko-risiko itu dapat diantisipasi.

Emas perhiasan sering menjadi sasaran pencopetan atau penjambretan. Betakangan ini, banyak juga aksi penipuan dan hipnotis yang menyasar kaum ibu yang menggunakan perhiasan emas. Oleh karena itu, sikap waspada diperlukan setiap kali kita mengenakan perhiasan emas di tempat umum.

Selain waspada terhadap tindak kriminalitas, diperlukan juga tips-tips merawat perhiasan emas agar tidak rusak dan pudar warnanya. Perhiasan emas yang warnanya pudar jelas akan berkurang harga jualnya. Berikut ini beberapa tips merawat perhiasan emas (Mohamad Ihsan Palaloi dkk, 2006: hlm. 138):

  1. Lepaskan perhiasan pada saat berolahraga. Terutama ketika berenang, karena zat chlorine yang ada pada air kolam akan mengubah warna perhiasan.
  2. Lepaskanlah perhiasan pada saat memasak. Bumbu masakan yang digunakan akan membentuk lapisan pada perhiasan, dan sukar dihilangkan.
  3. Lepaskanlah perhiasan pada saat melakukan berbagai aktivitas luar ruang (outdoor), seperti berkebun, mengganti oli, memanjat pohon, dan lain-lain.
  4. Pemakaian lotion, sunscreen, hairspray, atau parfum juga dapat memudarkan warna perhiasan. Jadi, sebaiknya hindari dan lepaskan perhiasan ketika hendak mengoleskan bahan-bahan tersebut.
  5. Apabila melihat noda dalam perhiasan, maka langkah yang harus dilakukan adalah mencucinya dan merendam dalam larutan air sabun minimal satu malam.

Emas berbentuk lantakan atau batangan tidak memerlukan perawatan khusus. Cukup ditaruh di suatu tempat, di brankas atau safety deposit box. Tapi perlu diperhatikan, agar tidak menyimpan fisik % emas datam satu tempat yang sama dengan sertifikatnya. Usahakan disimpan di tempat terpisah untuk menghindari kehilangan dua-duanya.

Tips Membeli Emas

Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam membeli emas, baik lantakan maupun perhiasan (Mohamad Ihsan Palaloi, 2006: hlm. 131).

Pertama, mencari informasi harga emas hari ini. Informasi ini bisa diperoleh dari internet, atau langsung bertanya dan membandingkan harga di toko-toko.

Kedua, mencari dealer toko yang memiliki reputasi baik. Di Indonesia belum ada standarisasi emas. Untuk menentukan harga, peranan toko sangat dominan. Selain mencari toko yang memberi harga termurah, kita juga harus tahu reputasi toko tersebut. Emas yang kita beli di tokoA, jika hendak dijual ke toko B, pasti harganya jatuh. Mengapa? Sebab, tidak ada standar karetase emas, sehingga peranan toko memainkan harga sangat besar.

Ketiga, perhatikan kualitas barang, terutama yang berbentuk perhiasan. Bila kita hendak membeli, kita harus membayar dua harga. Yaitu harga intrinsik (nilai emas itu sendiri) dan harga ekstrinsik (ongkos pembuatannya). Makin bagus kuatitas barang, makin tinggi ongkos pembuatannya. Tapi jika kita hendak menjual, yang kita peroleh hanya nilai intrinsiknya. Ongkos pembuatannya tidak akan diperhitungkan.

Berikut ini beberapa tips dalam membeli emas:

  • Gunakan idle money, atau sisihkan sekian persen dari penghasilan rutin untuk membeli emas secara periodik.
  • Carilah informasi harga emas sebelum membeli atau menjual emas.
  • Tentukan apakah ingin memiliki emas perhiasan, emas batangan/lantakan, atau koin emas. Pahami kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
  • Jika ingin membeli emas perhiasan, perhatikan tren maupun selera konsumen pada umumnya, baik di saat ini maupun kecenderungan ke depan.
  • Pilihlah penjual yang terpercaya dan berpengalaman. Mem-
  • beli dari toko emas abal-abal akan mempersulit kita menjual
  • kembali emas tersebut.
  • Usahakan menawar ongkos jasa pembuatan (khususnya untuk emas perhiasan). Pada prinsipnya, ongkos itu bisa ditawar. Semakin berat emas yang akan dibeli, semakin fleksibel ongkosj jasanya.
  • Belilah emas bersertifikat agar harganya tetap tinggi ketika hendak dijual.
  • Pilihlah penjual yang bersedia membeli kembali emas kita (buy back guarantee).
  • Jangan ragu meminta ujicoba kadar emas.
  • Simpanlah di tempat yang aman. Sebaiknya emas disimpan di brankas besi atau safety deposit box.
  • Jika mengoleksi perhiasan, pilihlah yang bobotnya relatif kecil (misalnya 5 sampai 10 gram) agar lebih fleksibel dan mudah dijual kembali.
  • Pantau terus perkembangan harga emas, terutama pada saat terjadi fluktuasi yang cepat dan tajam. Juallah pada saat harganya tinggi, belilah pada saat harga rendah.
  • Usahakan tidak menjual emas karena terdesak kebutuhan yang bersifat konsumtif. Kalau terpaksa hendak dijual, pilihlah koleksi lama yang telah memberikan keuntungan signifikan.