Investasi Emas

Seiring dengan perkembangan perekonomian saat ini, bebabgai hal dilakukan masyarakat untuk dapat bertahan dari tuntutan kebutuhan ekonomi. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan cara berinvestasi. Menurut Sunariyah (2003:4) : “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yg dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa masa yg akan datang”.

Investasi merupakan cara penanaman uang atau modal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Investasi lazimnya dianggap sebagai aset jangka panjang. Hal ini dikarenakan keuntungan, nilai guna atau nilai manfaat yang diperoleh dari investasi didapat di masa depan, dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.

Namun, perhitungan nilai atau keuntungan dari investasi ternyata tak mudah. Hal ini salah satunya disebabkan karena adanya inflasi. Sadono Sukirno (1999:10) menyatakan bahwa “Inflasi adalah kondisi dimana uang yang beredar berlebih lebihan akan menimbulkan kenaikan harga yang menyeluruh”. Hal tersebut mengindikasikan terjadinya peristiwa merosotnya nilai mata uang kertas karena banyak dan cepatnya uang itu beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang. Dari sini, inflasi juga bisa dimaknai sebagai prosentase total rata rata dari kenaikan harga barang dipasar yang terbentuk dari proses penawaran dan permintaan. Maka, bisa jadi nilai investasi kita dimasa depan bertambah. Tapi karena adanya inflasi, nilai realnya tidak berubah atau bahkan malah turun.

Salah satu efek langsung dari inflasi adalah kenaikan harga barang. Sebenarnya, bukan harga barang itu yang bertambah. Akan tetapi, nilai guna atau nilai tukar dari uang kertas itu sendiri yang berkurang. Akibatnya, uang yang seratus ribu rupiah pada sepuluh tahun yang lalu memiliki nilai real yang berbeda dengan uang seratus ribu tahun ini. Yang artinya, uang dengan jumlah serupa itu tidak dapat digunakan untuk membeli barang dengan kualitas dan kuantitas yang sama dibanding ketika kita menggunakannya beberapa tahun yang lalu.
Untuk menjaga dan menambah kekayaan, beberapa elemen masyarakat kini mencoba beralih ke investasi yang tahan terhadap terpaan inflasi. Salah satu dari beberapa alternatif yang ada adalah menjadikan emas sebagai alat investasi. Seperti apakan efektivitas secara umum yang bisa dilihat dari penggunaan emas sebagai alat investasi? Bisakah menyimpan kekayaan dalam bentuk emas disebut sebagai investasi?

Karena adanya efek negatif inflasi terhadap perekonomian, masyarakat kini mencoba melakukan hal lain yang mampu menambah kekayaan mereka dengan aman. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan mata uang komoditas yaitu mata uang yang memiliki nilai real. Bukan uang kertas seperti yang jamak kita temui saat ini yang memiliki nilai berdasarkan sovereignity atau kedaulatan sebuah negara. Krisis yang terjadi ini menyebabkan kecemasan dalam masyarakat untuk memegang uangnya, sebagian lebih memilih untuk menyimpannya dalam bentuk emas fisik.