Kenapa emas

Logam mulia yang biasa dinikmati keindahannya ini memiliki banyak keunggulan terutama untuk mengatasi masalah inflasi. Inflasi yang terjadi tidak akan berpengaruh terhadap nilai emas, karena inflasi hanya akan mengikis nilai dari mata uang kertas saja. Bahkan pada saat terjadi inflasi harga emas cenderung lebih tinggi. Ini disebabkan nilai mata uang yang turun berpengaruh pada daya beli masyarakat yang ikut menurun pula, akibatnya masyarakat pun harus punya uang lebih untuk membeli emas.

Menurut data statistik yang dilansir dari http://www.investasi-emas.info apabila terjadi inflasi 10% maka harga emas naik 13%, bila inflasi 20% maka emas naik 30%, bila inflasi 100% maka harga naik 300%. Jika di Indonesia rata-rata inflasi naik 6% per tahun maka dapat di pastikan harga emas 5 tahun mendatang setidaknya naik 50% dari harga saat ini. Sehingga apabila data statistik tersebut benar-benar terjadi maka pihak-pihak yang menyimpan kekayaanya dalam bentuk emas akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Itulah salah satu alasan sederhana mengapa emas lebih efektif ketika digunakan sebagai alat penyimpan kekayaan.

Nilai beli emas terhadap komuditas lain cenderung konstan atau tetap, berbeda dengan uang kertas yang seiring waktu daya belinya pun ikut turun. Sebagai contoh, semisal ratusan tahun yang lalu harga seekor domba adalah 1 Dinar (emas) pada saat ini harganya pun hanya satu Dinar.

Chart Prophet capital dalam laporan hariannya mengungkapkan alasan-alasan mengapa harga emas bisa melambung.

Pertama, secara historis emas merupakan penyimpan nilai. Orang akan menginginkan emas terus menerus. Emas juga akan dijadikan sebagai alat tukar, sehingga semakin banyak emas, Anda semakin kaya.

Kedua, emas adalah aset yang berwujud. Stabilitas saham, derivatif, dan instrumen keuangan lainnya sangat dipertanyakan. Namun emas menawarkan nilai nyata yang stabil.

Ketiga, pasokan emas terbatas. Dalam rangka meningkatkan jumlah emas yang beredar, kita harus menambang. Namun jumlah yang dihasilkan dari penambangan ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan permintaan. Sementara bila pasokan terbatas dan permintaan tinggi maka harga emas dapat melambung tinggi.

Keempat, emas bisa sebagai pelindung mata uang. Mata uang dollar AS beberapa tahun ini anjlok menyusul krisis global yang tak kunjung pulih. Asumsinya, bila investor memegang emas maka investor akan aman di saat perekonomian global hancur karena nilai emas tetap.

Kelima, emas sebagai alternatif investasi. Kehancuran pasar saham sudah beberapa kali terjadi. Meletusnya bubble saham pada tahun 2002 dan saham perumahan pada tahun 2009 merupakan dua contoh rawannya pasar saham. Investor akan mengamankan investasi mereka salah satunya dengan menanamkan modalnya pada emas fisik.