Emas, Dari Alat Tukar ke Media Investasi

Ketika pertama kali dikenal oleh manusia, emas belum digunakan sebagai alat tukar. Mereka cenderung menjadikan emas sebagai perlengkapan ritual kuno dan perhiasan. Jadi, sejak kapan manusia menggunakan emas sebagai alat untuk bertransaksi? Menurut sebuah informasi yang saya dapatkan, pada 1091 SM, di Cina emas berbentuk kotak yang berukuran kecil sudah dig unakan sebagai alattukaryang sah.

Setelah emas dikenal sebagai alat tukar untuk perdagangan internasiona) di Timur Tengah pada 1500 SM, Mesir menjadi negara terkaya di kawasan itu. Pasalnya, Mesir memiliki Nubia, sebuah daerah yang sangat kaya kandungan emasnya. Standar unit diTimurTengah pada waktu itu menggunakan koin emas Shekel dengan berat 11,3 gram. Shekel terbuat dari campuran alami logam 2/3 emas dan 1/3 perak yang biasa disebut elektrum.

Di Lydia (sekarang Turki), emas resmi digunakan sebagai alat tukar pada 560 SM.Tepatnya saat Raja Croesus memerintah di sana. Di Eropa sendiri, baru pada 50 SM emas dimanfaatkan untuk transaksi dalam bentuk koin. Ini terjadi di masa kerajaan Romawi, saat Julius Caesar berkuasa. Koin emas itu disebut Aures.

Pada zaman Nabi Muhammad saw, umat Islam juga sudah mulai mengenal emas sebagai mata uang. Uang tersebut dikenal dengan nama dinar, yang terbuat dari emas 22 karat, seberat 4,25 gram, dengan diameter 23 milimeter. Standar ini kemudian dibakukan oleh World Islamic Trading Organization (WITO), dan berlaku hingga sekarang.

Pada awal Perang Dunia I, negara-negara yang berperang masih menggunakan standar emas. Namun, perang telah menghabiskan biaya teramat banyak yang menyebabkan menipisnya persediaan emas di negara-negara tersebut. Baru setelah Perang Dunia II, emas digantikan oleh sistem mata uang konversi mengikuti perjanjian Bretton Wood pada tahun 1944.

Perjanjian Bretton Wood ini didukung oleh 44 negara. Ketentuan yang disepakati adalah setiap negara harus mematok produksi uang kertasnya terhadap dolar Amerika Serikat (USD), yaitu USD 35 dijamin dengan satu ons emas. Perjanjian ini berlangsung selama 27 tahun (1944-1971).

Pemicu berakhirnya perjanjian ini tak lain adalah Perang Vietnam, yang membuat Amerika Serikat menanggung kerugian besar sehingga mengalami kesulitan ekonomi. Mereka tak mampu lagi mempertahankan jaminan atas uang kertas dengan cadangan emas yang mereka miliki. Akhirnya, sejak saat itu, uang kertas tidak lagi dijamin dengan emas. Akan tetapi, ditentukan oleh kepercayaan yang didukung ketersediaan cadangan devisa (emas dan valuta asing) yang dimiliki bank sentral masing-masing negara, serta supply and demand yang ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi setiap negara.