Emas dan Investasi

Tahukah Anda bahwa investasi di logam mulia, terutama emas, merupakan salah satu sarana investasi yang paling tua? Sejakzaman dahulu, emas telah digunakan masyarakat sebagai alat untuk menyimpan kekayaan yang teruji dalam jangka waktu yang panjang. Apa pun masalah yang dialami suatu bangsa atau negara, emas tetap menunjukkan keperkasaannya.

Saat ini, investasi emas tengah banyak diminati orang. Investor umumnya membeli emas karena dua alasan utama. Pertama, karena mereka percaya bahwa harga emas akan terus meningkat. Dengan demikian, daya beli mereka tetap terjaga. Kedua, sebagai tindakanjaga-jaga ketika terjadi krisis ekonomi, politik, sosial, atau mata uang.

Ada satu lagi yang menarik dari investasi emas, khu­susnya yang berhubungan dengan ibadah haji. Dulu, biaya pergi haji untuk satu orang, memerlukan dana sekitar Rp9 juta. Saat ini, jumlah tersebut sudah mencapai nilai Rp35-Rp40 juta-an.

Sebagai alternatif, kita bisa juga mempersiapkan dananya melalui emas. Pada awal 1990-an, untuk pergi haji memerlukan 250 sampai 300 gram emas. Sedangkan, saat ini, cukup dengan 150 gram emas kita sudah dapat berangkat ke Tanah suci. Kenapa begitu? Karena, memang harga emas, batangan clan koin emas khususnya, terus meningkat dari tahun ke tahun dan tidak kena imbas inflasi.

Ada 3 jenis emas yang beredar di pasaran, yaitu emas dalam bentuk perhiasan, emas dalam bentuk koin, dan emas batangan. Ketiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini, yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic), dan nilai yang melekat pada benda itu (innate). Ketiga keunggulan nilai ini tidak dimiliki oleh investasi bentuk lain, seperti saham, surat berharga, dan uang kertas.

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi, jika tidak ada campur tangan pihak-pihak dengan kepentingannya masing-masing, otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya, yang memang sangat tinggi. Sebaliknya, default value (nilai asal) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol. Karena, kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkan untuk menunaikan kewajibannya, uang kertas, saham, clan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar. I Lalu, emas yang bagaimana yang paling bagus untuk investasi clan paling optimal untuk meraup keuntungan? Mari kita lihat pembahasannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s