Faktor yang Memengaruhi Harga Emas

Faktor yang Memengaruhi Harga Emas

1. Kenaikan inflasi melebihi yang diperkirakan

Emas akan diburu saat kondisi ekonomi tidak menentu. Biasanya, setiap negara akan mengumumkan prediksinya terhadap inflasi. Jika prediksi ini meleset clan inflasi melebihi yang sudah diperkirakan, biasanya harga emas akan membumbung tinggi. Melesat seperti roket.

2. Terjadi kepanikan finansial

Bila terjadi kepanikan finansial, seperti pada 1998 clan 2008 lalu, harga emas otomatis akan melonjak naik. Mengapa? Karena, orang akan kehilangan kepercayaan terhadap uang kertas clan lebih memilih menyimpan emas.

3. Harga minyak mengalami kenaikan

Saat harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, harga emas di pasar dunia pun ikut terdongkrak. Memang, efeknya tidak terjadi langsung, tetapi harga emas pasti mengikuti kenaikan minyak.

4. Naiknya permintaan emas

Naiknya permintaan emas, jika tidak diimbangi dengan kenaikan pasokan emas dunia, akan membuat harga emas cenderung naik. Cina clan India merupakan dua negara yang paling besar mengonsumsi emas.

5. Situasi politik dunia

Misalkan saja kenaikan harga emas pada akhir 2002 clan awal 2003 terjadi lantaran akan dilakukannya serangan Sekutu yang dipimpin Amerika Serikat ke Irak. Para pelaku pasar beralih investasi dari pasar uang clan pasar saham ke investasi emas. Ini menimbulkan permintaan emas mengalami kenaikan.

6. Suku bunga

Saat tingkat suku bunga naik, masyarakat cenderung memilih untuk tetap menyimpan uang di deposito ketimbang emas yang tak menghasilkan bunga. Hal ini akan menimbulkan tekanan pada harga emas. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas akan cenderung naik.

Secara teoritis, kalau suku bunga jangka pendek naik, harga emas turun. Tapi di Indonesia, teori ini tidak selalu berjalan. Misalnya, pada 1998, karena nilai tukar rupiah anjlok tajam terhadap dolar Amerika Serikat, pemerintah menaikkan tingkat suku bunga secara signifikan. Alasannya, untuk menahan laju kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Akibatnya, walaupun tingkat suku bunga naik, toh harga emas juga ikut naik.

Kenaikan harga emas dari tahun ke tahun cukup besar. Kira-kira bisa mencapai 20-40% per tahun. Contohnya saja pada Januari 2007, harga emas Rp180.000 clan pada bulan Januari 2008 menjadi Rp260.000. Harga emas kadar 99% pada Oktober 2009 adalah Rp364.500. Dibandingkan harga emas pada 2008, naik hampir 40%.

Jadi, tidaklah berlebihan apabila kita ambil kenaikan rata-rata per tahun sekitar 20%. Perhatikan tabel prediksi harga emas dari 2010 sampai 2020, dengan rata-rata kenaikan sebesar 20% per tahun berikut ini.

Saat ini, perekonomian global sangat tergantung pada dolar Amerika Serikat. Perekonomian global terbentuk untuk menghasilkan barang clan jasa semurah mungkin untuk dikonsumsi oleh Amerika Serikat sebagai negara yang paling besar menyerap produksi clan negara yang paling konsumtif.

Dolar Amerika Serikat kemudian menjadi pengganti emas dan secara de facto merupakan fundamental dari sistem moneter global di seluruh dunia. Segala sesuatu yang memiliki nilai selalu diukur clan dibandingkan dengan dolar, bukan emas lagi.

Kondisi ini membuat siapa pun yang menggunakan dolar terpaksa ikut kena dampak dari setiap pergerakan dolar, termasuk menanggung utang clan defisit negara Amerika. Ekonomi global makin bergantung pada perekonomian Amerika, sementara rumah tangga Amerika itu sendiri sekarang tergantung pada penurunan nilai dolar.

Memang, sebelum perang Vietnam, Amerika memiliki posisi keuangan yang kokoh clan memegang lebih dari separuh cadangan devisa dunia waktu itu. Saat itu situasi sudah berubah jauh. Amerika sangat menggantungkan tabungan dari negara­negara lain untuk membiayai utang clan defisit keuangan mereka.

Lebih dari 60% sirkulasi dolar berada di luar Amerika clan sebagan besar obligasi pemerintah Amerika dimiliki oleh bangsa asing, khususnya Cina clan Jepang. Para pencinta emas (GoldBugs) sangat meyakini akan kejatuhan dolar Amerika di masa mendatang, bahkan mungkin tidak lama lagi.

Jika nilai dolar jatuh, mata uang Negara Adidaya tersebut akan menjadi lembaran tak berharga. Lihatlah beberapa waktu yang lalu (2008) harga emas dunia sudah berputar-putar di angka USD 1.000/toz. Pada akhir 2009, harga emas bahkan mencapai USD 1.200/toz. Bukan tidak mungkin kejatuhan dolar telah diambang pintu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s