Investasi dan Medianya

Investasi vs Gaya Hidup

Saya mengasumsikan, ada dua tipe orang kaya di dunia ini. Pertama, orang kaya baru, yaitu orang yang senang menghabiskan uang untuk gaya hidup. Mereka lebih banyak berbelanja untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya, baju baru, ponsel baru, bahkan mobil baru. Tanpa mereka sadari, kesenangan sesaat seperti itu membuat mereka tidak bisa menikmati kekayaan dalam jangka panjang.

Tipe kedua adalah orang kaya abadi. Biasanya,tipe ke-dua ini adalah para pengusaha yang cerdas memanfaatkan peluang investasi untuk simpanan masa depan. Mereka bukannya tidak mampu membeli barang yang mereka mau. Sebesar apa pun hasrat mereka untuk memuaskan gaya hidup, mereka memiliki kesabaran untuk menundanya demi keuntungan di kemudian hari. Caranya, mereka tidak mau menghabiskan uang dari penghasilan utama, melainkan menginvestasikannya terlebih dulu. Hasil investasi itulah yang mereka belanjakan kelak. Metode mereka ini patut ditiru, walaupun tidak mudah menahan diri untuk tidak mengguna-kan penghasilan utama (primary income).

Misalkan Anda seorang karyawan dan primary income Anda berupa gaji. Mungkin Anda pernah atau bahkan sering merasa bahwa gaji tersebut masih tidak mencukupi kebutuhan hidup Anda. Tanpa Anda sadari, kebutuhan hidup itu se­benarnya terdiri atas biaya hidup dan gaya hidup. Perbedaan antara dua jenis pengeluaran tersebut sangat tipis sehingga sering kali menjadi tersamar dan menempati prioritas utama pengeluaran.

Jika Anda terlalu memanjakan gaya hidup, arus pen­dapatan dari primary income tidak hanya berkurang, tetapi juga bisa habis. Coba lihat barang-barang yang Anda beli pada dua atau tiga tahun yang lalu, beberapa di antaranya mungkin hanya Anda pakai sesekali. Artinya, Anda tidak benar-benar membutuhkannya. Jika ini yang terjadi, bersiaplah untuk “susah”di kemudian hari.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa kaya atau setidaknya punya cadangan penghasilan di masa depan? Solusinya adalah investasi. Orang kaya abadi adalah mereka yang mampu menyisihkan sebagian primary income-nya untuk investasi. Secara harafiah, investasi adalah penyimpanan uang dengan tujuan memperoleh return (pendapatan kembali) yang diharapkan lebih besar dibandingkan bunga deposito.

Investasi dimaksudkan untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kemampuan modal. Dengan kata lain, , investasi juga diartikan sebagai suatu pengorbanan dalam bentuk penundaan pengeluaran sekarang untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik di masa yang akan datang:

Ingatlah bahwa 10 atau 20 tahun yang akan datang, kemampuan fisik Anda tidak akan sama dengan saat ini. Di saat seperti itulah passive income, dalam hal ini investasi, yang akan menggantikan penghasilan Anda kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s