Media-media Berinvestasi

Apa saja media investasi yang bisa kita manfaatkan? Saya membagi 2 kriteria investasi, yakni investasi modern clan investasi klasik. Investasi modern terdiri atas deposito, saham, obligasi, asuransi, clan lain-lain. Sedangkan, investasi klasik yaitu properti (tanah, rumah, ruko) dan emas. Dewasa ini, investasi modern lebih banyak ditemukan daripada investasi klasik­yang sudah digunakan turun temurun. Saya akan menjelaskan sedikit tentang media-media investasi ini.

Asuransi

Pada dasarnya, asuransi adalah perlindungan yang bersifat jangka panjang. Perlindungan ini berkaitan dengan hidup, kesehatan, pendidikan, clan hari tua. Keuntungan dari asuransi adalah memindahkan risiko nasabah perorangan atau pun perusahaan kepada perusahaan asuransi dengan membayar premi yang relatif kecil bila dibandingkan kerugian yang mungkin terjadi. Hal ini sangat menguntungkan untuk mereka yang kurang disiplin karena mau tidak mau harus menyisihkan dana untuk membayar premi. Kemudian, asuransi akan memberikan dana dengan segera-dapat berfungsi sebagai tabungan.

Di samping semua keuntungan tersebut, asuransi juga memiliki kelemahan, yakni premi kita akan hangus bila tidak terjadi klaim sampai jangka waktu asuransi habis clan lingkup penanggulangan risikonya terbatas. Selain itu, asuransi hanya akan membayar bila kita mengalami kerugian akibat kejadian yang tercantum pada polis.

Saham

Investasi saham memang cukup menggiurkan, tetapi tidak semua orang clan kalangan bisa berinvestasi dengan instrumen ini. Dibutuhkan pengetahuan, pengalaman, clan keterampilan yang cukup untuk menghindari risiko kerugian yang besar.

Deposito

Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu. Keuntungan deposito, bunganya lebih besar daripada bunga tabungan (pada bank yang sama) sehingga dana kita bisa berkembang lebih cepat; tidak dikenai biaya administrasi bulanan; clan dapat dijadikan jaminan kredit. Sedangkan, kekurangan deposito, tidak bisa diambil sewaktu­waktu clan dikenai pajak deposito sebesar 15% atau 20%.

Properti

Investasi klasik seperti properti juga memiliki kelebihan clan kekurangan. Kelebihannya, nilai uang tidak terpengaruh inflasi. Dan, keuntungannya juga bisa berlipat, sekitar 15% sampai 30% per tahun-bahkan di tengah kota bisa mencapai 200%. Kekurangan investasi properti adalah pada likuiditasnya. Anda tidak bisa memperoleh uang hari ini juga ketika Anda menjual properti.

Apalagi ketika terjadi krisis keuangan, properti akan semakin sulit dijual. Dengan kata lain, likuiditasnya rendah. Jadi, jika kita benar-benar sedang perlu uang mendadak, investasi properti sulit untuk diandalkan.

Emas

Berinvestasi emas memang tidak sehebat properti, tetapi likuiditasnya tidak ada yang mengalahkan. Berinvestasi emas, risikonya rendah, tetapi keuntungnya cukup signifikan. Saat krisis keuangan melanda, sementara saham anjlok, properti sulit dijual, harga emas justru naik. Likuiditasnya pun tinggi. Kapan saja Anda butuh uang, saat itu juga Anda bisa menjual emas dan mendapatkan uang.

Selain itu, emas juga bagus untuk diversifikasi. Misalnya kita sudah berinvestasi di saham, obligasi, reksadana, properti, atau yang lainnya, membeli emas dapat jadi alternatif yang baik. Apalagi, beberapa negara konon mengalami penurunan produksi emas. Karena peningkatan kelangkaan emas, bisa dipastikan harganya akan selalu naik.

Dari perbandingan tersebut, terlhat jelas bahwa investasi emas sangat menguntungkan, bukan? Untuk membahas lebih jauh soal investasi emas, mari kita lihat bab selanjutnya.