Emas Alternatif Investasi yang Mampu Menaklukkan Inflasi

Mengapa kita harus berinvestasi? Saat ini barangkali kita masih berada di puncak produktivitas. Karier sedang bagus, pengha­silan pun tinggi, dan kita bisa menikmati kehidupan tanpa keku­rangan apa pun. Baik kebutuhan primer, sekunder maupun tertier­segalanya terpenuhi. Tidak ada perlunya berinvestasi. Nikmati saja hari ini, hari besok tak perlu terlalu dipusingkan.

Itu adalah gambaran seseorang yang berada di puncak usia pro­duktif (35-50 tahun). Penghasilan sedang tinggi-tingginya, jaringan relasi sedang luas-luasnya, dan sepertinya tak pernah kekurangan uang. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa menggantungkan hidup pada penghasilan aktif.

Tapi kita hidup bukan untuk hari ini saja. Suatu saat nanti, karier kita berakhir. Kondisi fisik akan menurun, sehingga kemampuan mencari uang pun akan berkurang pula. Ketika kondisi fisik menurun, idealnya terjadi pergeseran sumber penghasilan dari active in­come (bekerja secara fisik) menjadi passive income (penghasilan dari investasi).

Belakangan, kesadaran pentingnya investasi makin tumbuh di kalangan masyarakat. Produk-produk asuransi dan dana pensiun Man diterima. Kita semua dihantui bayangan suram tentang masa pensiun yang tak berdaya, tidak punya uang, dan gagal menikmati kehidupan justru di saat kita punya waktu luang tak terbatas.

Tragis sekali kan, katau kita “jatuh miskin” justru pada saat terbebas dari tekanan pekerjaan? Dulu kita memimpikan waktu luang untuk menikmati hidup. Uang bukan masalah. Tapi ketika waktu luang sudah tidak menjadi masalah, justru uang yang jadi masalah.

Tapi, tidak semua orang memiliki pilihan investasi yang ideal. Alih-alih menikmati passive income yang melebihi kebutuhan hidup, mereka yang bernasib kurang baik itu justru kehilangan modal inves­tasinya. Mereka menyisihkan penghasilan untuk menabung dan ber­investasi. Mereka bersedia mengurangi kenyamanan hidup demi ma­sa depan yang lebih baik.

Alih-alih semakin kaya dan makmur, mereka justru semakin miskin. Uang yang mereka sisihkan dengan susah payah itu ternyata hilang tak berbekas. Pengorbanan menunda konsumsi itu ternyata sia-sia.

Mengapa? Sebab, mereka menempatkannya pada instrumen in­vestasi yang kurang tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s