Emas Perhiasan

Emas berbentuk perhiasan adatah jenis investasi yang memberikan utilitas (manfaat) bagi pemiliknya, yaitu untuk dipakai. Selain sebagai investasi, juga sebagai barang perhiasan yang bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari. Berbeda dengan aset seperti kendaraan yang nilainya langsung turun begitu sang pemilik menggunakan manfaat atau utilitasnya, harga emas tidak mengalami penurunan secara kontinu.

Untuk dijadikan barang perhiasan, logam mulia perlu dilebur dengan logam lain. Tujuan dari peleburan adalah agar barang menjadi lebih kuat, atau untuk menghasilkan warna tertentu sesuai kebutuhan. Datam proses produksi logam mulia menjadi perhiasan emas, pertu kita pahami adanya tiga hat utama; yaitu perbedaan warna, perbedaan nilai karat, dan ongkos pembuatan (Mohamad Ihsan Palaloi dkk, 2006: hlm. 77-81).

1. Perbedaan Warna

Perpaduan emas yang dilebur dengan logam lain akan menghasilkan warna yang berbeda-beda, contohnya adalah sebagai berikut:

  • Emas MERAH : emas murni + tembaga
  • Emas KUNING : emas murni + perak murni
  • Emas PUTIH : emas murni + timah sari + nikel + perak murni
  • Emas HIJAU : emas murni + perak.murni + kadmiun + tembaga
  • Emas BIRU : emas murni + besi
  • Emas JINGGA : emas murni + perak murni + tembaga
  • Emas COKLAT : emas murni + paladium + perak murni
  • Emas ABU-ABU : emas murni + tembaga + besi
  • Emas UNGU : emas murni + aluminium

2. Perbedaan Nilai Karat

Peleburan emas dengan logam lain dengan sendirinya menghasilkan perbandingan kuantum (perbandingan jumlah logam). Perbandingan ini lazim disebut dengan istilah karat. Perbandingan campuran ini memiliki kisaran antara 1 karat sampai dengan 24 karat. Untuk melihat seberapa besar kemurnian emas yang terkandung, kita dapat mengetahui nilai karatnya. Berikut ini adalah jumlah kandungan emas yang dilebur dengan logam lain dalam nilai karat:

  • 24 karat berarti 24 bagian terdiri dari emas murni
  • 23 karat berarti 23 bagian terdiri dari emas murni dan 1 bagian dari logam lain
  • 22 karat berarti 22 bagian terdiri dari emas murni dan 2 bagian dari logam lain
  • 21 karat berarti 21 bagian terdiri dari emas murni dan 3 bagian dari logam lain
  • 20 karat berarti 20 bagian terdiri dari emas murni dan 4 bagian dari logam lain
  • 19 karat berarti 19 bagian terdiri dari emas murni dan 5 bagian dari logam lain
  • 18 karat bertarti 18 bagian terdiri dari emas murni dan 6 bagian dari logam lain
  • 17 karat berarti 17 bagian terdiri dari emas murni dan 7 bagian dari logam lain
  • 16 karat berarti 16 bagian terdiri dari emas murni dan 8 bagian dari logam lain
  • 15 karat berarti 15 bagian terdiri dari emas murni dan 9 bagian dari logam lain
  • 14 karat berarti 14 bagian terdiri dari emas murni dan 10 bagian dari logam lain
  • 12 karat berarti 12 bagian terdiri dari emas murni dan 12 bagian dari logam lain
  • 10 karat berarti 10 bagian terdiri dari emas murni dan 14 bagian dari logam lain
  • 8 karat berarti 8 bagian terdiri dari emas murni dan 16 bagian dari logam lain
  • 6 karat berarti 6 bagian terdiri dari emas murni dan 18 bagian dari logam lain

3. Ongkos Pembuatan

Perhiasan memerlukan biaya dalam proses pembuatannya. Perhiasan emas dibuat oleh pabrik, perajin rumahan, atau perajin kelas atas yang menangani perhiasan fashion. Karena pembuatnya berbeda, maka ongkos pembuatannya pun berbeda pula. Semakin eksklusif dan rumit, semakin mahal. Ongkos pembuatan akan menjadi beban konsumen yang memesan perhiasan emas tersebut.

Ditinjau dari ongkos pembuatan perhiasan maka ongkos pembuatan perhiasan emas dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Perhiasan buatan pabrik. Perhiasan ini dibuat secara massal untuk diperjualbelikan kepada masyarakat. Biasanya selain untuk mengekspornya ke konsumen di tuar negeri, seperti Dubai, Yaman, dan daerah Timur Tengah. Untuk perhiasan buatan pabrik maka perhiasan tersebut dikenakan ongkos pembuatan (cost of labour) sebesar 1-7 persen. Ongkos pembuatan datam perhiasan buatan pabrik sebagian besar menggunakan persentase, bukan rupiah.
  2. Perhiasan buatan tangan (handmade). Perhiasan jenis ini dibuat oleh perajin emas (home industry) tanpa menggunakan mesin dan biasanya dibuat berdasarkan pesanan. Di Indonesia banyak sekali perhiasan hasil handmade ini, emas kendari, emas bali (celuk), emas dubai, emas porsea, dan lain-lain. Untuk perhiasan model kendari, ongkos pembuatannya sebesar 15-20 persen.
  3. Perhiasan glamour atau fashion. Perhiasan dalam kategori ini merupakan perhiasan yang dikenakan pada event-event tertentu saja, seperti pesta, pemotretan, peragaan busana, dan lain-lain. Untuk perhiasan jenis seperti ini dikenakan ongkos pembuatan sebesar 30 persen.

Karena pembuat perhiasan emas berbeda-beda karakternya, maka produk emas perhiasan juga berbeda-beda antara satu daerah dengan yang lain, apalagi antara satu negara dengan yang lain. Selama ini perhiasan buatan Indonesia dinilai memiliki corak dan model yang berkualitas.

Untuk pasar emas perhiasan, India dan Cina adalah negara yang memproduksi emas dalam bentuk perhiasan terbanyak di dunia, dan Asia sendiri termasuk pasar yang cukup potensial untuk emas dalam bentuk perhiasan. Mungkin ini disebabkan oleh masyarakatnya yang memang sdnang mengenakan perhiasan emas.

Perhiasan kurang baik dijadikan media investasi, terutama dalam jangka pendek. Perhiasan membutuhkan jasa pembuatan tertentu dan membebankan biaya pembuatan kepada pembelinya. Harganya otomatis akan menjadi mahal. Bila kita datang ke toko dan membeli emas perhiasan, kita harus membayar harga emas plus ongkos pembuatannya.

Celakanya, ketika kita ingin menjualnya, ongkos pembuatan itu tidak diperhitungkan sebagai harga jual. Toko tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. la hanya akan membayar harga emasnya saja. Menurut Zaim Saidi, Direktur Eksekutif Public Interest Research and Advocacy Center, bila Anda membeli emas perhiasan dan menjualnya pada hari yang sama, harga jualnya paling-paling tinggal 86 persen (Tabloid Kontan, No. 25, Tahun IX, 28 Maret 2005, hlm. 20). Selisihnya dianggap sebagai biaya yang harus ditanggung konsumen, atau keuntungan yang berhak diperoleh pedagang emas. Banyak toko emas mengatakan sebagai “biaya susut”.

Yang lebih buruk tagi, toko tidak mau membeli tagi emas perhiasan itu, walau dulu kita membelinya di tempat yang sama. Mengapa? Salah satu alasannya, mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku lagi bila dijual. Mungkin karena modelnya yang tidak umum, atau takut kalau emas itu telah dilebur sehingga kadar emas murninya menjadi lebih rendah. Kalaupun toko mau membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut.

Investasi datam bentuk emas perhiasan lebih menguntungkan katau disimpan untuk jangka panjang. Selisih harganya sudah cukup jauh, sehingga melampaui ongkos pembuatannya. Di sinilah pemilik perhiasan emas mendapat keuntungan yang signifikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s