Investasi Yang Aneh

Ketika dunia perdagangan semakin maju, emas semakin tidak memadai digunakan sebagai mata uang. Sebab produksi barang dan jasa jauh melebihi produksi emas itu sendiri. Padahal, pertumbuhan peredaran uang dan pertumbuhan produksi barang dan jasa harus seimbang, agar tidak terjadi inflasi atau deflasi. Karena itu, ditemu­kanlah uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah. Walaupun demikian, uang kertas itu pada suatu saat nilainya masih dikaitkan dengan standar emas.

Saat ini emas tidak lagi digunakan sebagai alat bertransaksi. Secara kongkret, fungsi emas zaman sekarang adalah:
(a) sebagai perhiasan
(b) sebagai sarana menyimpan dan melindungi nilai aset
(c) sebagai atat investasi.

Selain itu, naik-turunnya harga emas berfungsi menjadi indika­tor penting terhadap perkembangan ekonomi global. Terutama yang berkaitan dengan inflasi dan harga minyak mentah dunia. Kalau eks pektasi terhadap inflasi cukup tinggi, harga emas akan langsung naik. Begitu pula, kalau harga minyak mentah di pasaran dunia me­lambung, harga emas juga akan membubung.

Karena nilainya stabil, emas mampu menaklukkan inflasi. Karena harganya terus naik, emas juga produktif sebagai sarana investasi. Banyak investor membeli batangan-batangan emas untuk kemudian disimpan di gudang-gudang bawah tanah (basement). Itulah sebab­nya, John White mengatakan bahwa emas adalah jenis investasi yang aneh. Emas digati dari tanah untuk selanjutnya disimpan di bawah tanah (John White, 1997: hat. 295-296).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s