Untung dan Rugi Menyimpan Emas

Sejak berabad-abad silam, emas menduduki tempat khusus dalam peradaban. Di masa lalu, kerajaan-kerajaan yang makmur selalu memiliki simpanan emas dalam jumlah besar. Batangan-batangan maupun koin emas juga digunakan untuk bertransaksi. Jika sebelumnya, orang bertransaksi dengan cara barter, maka kehadiran emas memungkinkan transaksi dilakukan dengan lebih fleksibel. Sebelum uang diciptakan, emas berfungsi sebagai uang itu sendiri.

Kemudian, diciptakanlah uang sebagai alat transaksi. Namun, emas tetap berlaku sebagai alat pembayaran. Emas digunakan sebagai alat pembayaran karena logam emas mempunyai ciri langka, awet, dan disukai kebanyakan orang. Dibandingkan jenis logam lain seperti perak dan tembaga, nilai uang emas jauh lebih tinggi. Apalagi di beberapa negara konon mengalami penurunan produksi emas. Karena peningkatan kelangkaan emas, pasti harganya akan selalu naik.

Selain sebagai petindung kekayaan, emas juga bisa digunakan untuk koleksi dan perhiasan. Bagi seorang investor, emas bagus pula untuk diversifikasi investasi. Seorang investor yang bijak akan menebarkan risikonya. Dia akan menempatkan tak lebih dari 10 jenis saham blue chip (yang prospek jangka panjangnya bagus) dalam keranjang investasinya. Dia juga akan membeli properti. Kemudian, walaupun cuma 10 atau 20 persen dari total investasi, dia akan menyimpan emas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s