Emas Lantakan

Selain dalam bentuk perhiasan, emas juga dapat diperoleh da­lam bentuk lempengan atau lantakan. Emas lantakan juga sering disebut emas batangan. Sebab, emas ini berbentuk seperti batangan pipih atau batubata. Emas batangan ini bisa diperoleh di pedagang biasa. Namun kandungan emas lantakan dari pedagang biasa ini ke­rap disangsikan. Untuk amannya, belilah emas lantakan dari pedagang yang memiliki akreditasi pihak internasional yang berkompeten, mi­salnya dari London Bullion Market Association (LBMA).

Kadar emasnya adalah 22 karat atau 24 karat, atau apabila dalam persentase adalah 95 persen dan 99 persen. Karena mengandung emas murni (24 karat), emas lantakan sangat cocok untuk dijadikan sarana investasi. Di mana pun dan kapan pun kita ingin menjualnya, nilainya akan mengikuti standar internasional yang berlaku pada saat itu. Akan tetapi ada yang berpendapat bahwa dalam perdagang­an internasional, emas lantakan kurang diminati. Sebab tidak memi­liki standar spesifikasi seperti hatnya emas murni dalam bentuk koin, sehingga tidak ada nilai ekstrinsik datam perdagangan emas lantakan (Mohamad Ihsan Palaloi dkk, 2006: hlm. 81-82).

Di Indonesia, BUMN yang memproduksi emas lantakan ini adalah PT. Aneka Tambang (Antam). Emas dalam bentuk ini disertai dengan sertifikat yang memuat tentang kadar emas, berat, dan keabsahan yang disertai dengan tanda tangan penilai (appraisal). Emas yang diproduksi dalam bentuk lempengan kotak biasanya memiliki berat 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram.

Emas batangan atau lantakan memang ideal sebagai investasi. Tapi, emas batangan memerlukan tempat penyimpanan khusus, mi­salnya SDB (safety deposit box). Hampir semua bank menyediakan jasa SDB. Tentu saja kita harus mengeluarkan biaya sewa.

Pada umumnya, emas batangan tersedia dalam ukuran 25 gram hingga 1 kilogram. Karena relatif besar, emas batangan ini kurang pas untuk investor kecil. Dengan harga sekitar Rp 300.000 per gram, untuk membeli satu batang emas lantakan ukuran 25 gram diperlukan dana Rp 7,5 juta.

Bila satuannya terlalu besar, emas batangan menjadi tidak flek­sibel. Misatkan kita memiliki batangan emas 100 gram. Suatu saat kita memerlukan uang tunai Rp 5 juta. Tentu saja kita tak bisa men jual sebagian dari emas batangan tersebut. Kita harus menjual selu­ruhnya, walaupun dana tunai yang kita perlukan hanya sebagian di antaranya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s