Koin Emas

Sejarah koin emas telah begitu panjang. Koin pertama kali di cetak oleh Croesus of Lydia pada tahun 560 SM. Di zaman dahulu, koin emas dilakukan untuk bertransaksi. Tapi saat ini, koin emas hanya diperjualbelikan di antara para kolektor. Biasanya koin emas dibuat untuk mengenang momen khusus, dan diproduksi dengan jumlah amat terbatas.

Koin adalah salah satu bentuk lain dari emas batangan yang sudah dibentuk menjadi koin emas murni. Kadarnya sama dengan emas batangan. Koin emas dinilai bagus untuk investasi, karena nilainya selalu naik. Namun sayangnya, sekarang koin emas sudah sulit dijumpai di toko-toko emas. Padahal, emas dalam bentuk koin sangat diminati investor.

Selain memiliki nilai intrinsik, koin emas juga memiliki nilai ekstrinsik, yaitu nilai kelangkaannya. Ada koin emas yang harganya sampai lebih dari 50 miliar, karena memiliki nilai sejarah dan mengandung kejadian penting saat koin tersebut diluncurkan (Majalah Smart Investing Guide edisi 17, 2008, Hal 15-22).

Di Indonesia, koin emas memang belum begitu populer di kalangan masyarakat luas. Setidaknya, kalah populer dibandingkan berlian, permata, apalagi emas perhiasan. Berbeda dengan di Amerika, Eropa, atau Timur Tengah. Di sana ada komunitas investor dan kolek tor koin emas yang rajin memburu koleksi koin emas. Makin langka, makin diburu, dan harganya pun makin mahal.

Komunitas-komunitas ini juga secara teratur melakukan transaksi jual beli koin emas. Mereka lebih suka melakukan lewat lelang, baik lelang langsung maupun lelang online di internet. Karena permainan koin emas ini bisa dilakukan secara online, tentu investor diseluruh dunia (termasuk Indonesia) juga bisa terlibat. Koin emas yang ditawarkan di internet dapat dipercaya, tapi tetap harus melihat dan memastikan siapa penyelenggaranya.

Koin emas tayak menjadi alternatif investasi di saat harga emas terus naik. Di Indonesia ada beberapa macam jenis koin emas yang
bisa jadi pilihan. Tapi, jangan sembarangan memilih. Ada beberapa pilihan koin emas yang pernah beredar di sini. Ada jenis koin emas koleksi yang dicetak terbatas (exclusive gold coin). Adapun beberapa koin emas eksklusif yang terkenal di Indonesia adalah seri Shio, Orang Utan, War dan Naga. Penyelenggara koin emas eksklusif yang paling aktif di Indonesia adalah Grenetindo. Sebagai catatan tambahan, datam beberapa kasus koin emas eksklusif ini sering menjadi media moneygame. Karena itu, investor harus hati-hati bila hendak membeli koin emas eksklusif ini.

Ada juga koin emas polos bikinan Logam Mulia. Ukurannya mulai 1 gram hingga 10 gram. Untuk membelinya, kita harus mengeluarkan biaya tambahan. Pembuatan koin emas ini lebih rumit dari emas batangan, jadi biayanya lebih mahal. Tapi selisihnya tak seberapa. Pada saat harga emas Rp 130 ribu per gram, biaya tambahannya hanya Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu per 100 gram emas (Tabloid Kontan, 28 Maret 2005, hlm. 20).

Selain itu, pernah ada juga koin emas dari Perum Pegadaian. Ukurannya 5 gram dan 10 gram. Bila hendak membeli koin emas Pegadaian ini, Anda harus membayar PPN (pajak pertambahan nilai) sebesar 10 persen. Selain itu, kalau orang menjual kembali koinnya, Pegadaian akan mengutip biaya yang cukup besar, yakni 3 persen dari harga saat itu. Karena harganya lebih mahal dari di toko biasa, peminat koin ini terus menurun, dan Perum Pegadaian pun menghentikan pencetakannya (Tabloid Kontan, 28 Maret 2005, hlm. 20).

Pernah juga populer koin emas berupa mata uang dinar. Satu dinar setara dengan emas 22 karat seberat 4,25 gram. Tempat jual belinya ada di Wakala Adhina dan Forum Penggerak Dinar/Dirham Indonesia (Forindo). Money changer khusus mata uang dinar dan dirham ini menyediakan koin dinar. Pembeli koin harus membayar biaya penanganan (handling) distribusi dan administrasi, yang besarnya 6 persen dari harga emas yang berlaku hari itu (Tabloid Kontan, 28 Maret 2005, hlm. 20).

Kendati biayanya cukup tinggi, menurut Zaim Zaidi, pemilik Wakala, dinar adalah pilihan terbaik dalam berinvestasi di koin emas. Pasalnya, dinar terbukti mampu melindungi nilai kekayaan dari potongan inflasi dan penurunan mata uang. Sebagai gambaran, menurut Zaim, harga 1 dinar di tahun 2001 baru US$ 37. Tahun 2005 harganya sudah naik menjadi US$ 61-US$ 62. Artinya, dalam empat tahun koin dinar telah memberikan keuntungan sampai 67 persen (dalam dolar AS). Selain itu, “Dinar adalah mata uang yang tidak punya negara, karena emas adalah emas. Anda bawa ke mana pun laku,” ujar Zaim Zaidi (Tabloid Kontan, 28 Maret 2005, hlm. 20).

Koin di masing-masing negara yang mengeluarkannya, sudah memiliki spesifikasi yang standar. Koin adalah salah satu bentuk investasi yang disarankan karena memiliki bentuk yang mudah untuk dipindahtangankan. Artinya, mudah didapatkan, dibawa, dan dalam keadaan mendesak mudah untuk dijual kembali (Mohamad Ihsan Palaloi, 2006: hlm. 83-84).

Koin-koin yang diproduksi masing-masing negara biasanya memiliki nama yang unik dan dibuat berseri, seperti American Eagle (Amerika Serikat), The Kruegerrand (Afrika Selatan), Canadian Maple Leaf (Kanada), French Rooster (Perancis), Chinesse Panda (China), Austrian Philharmonic (Austria), dan lain-lain. Koin emas Krugerrand yang diproduksi oleh South African Mint Company dalam berbagai satuan berat. Satuan berat Krugerrand yang umum ditemui adalah 1 oz (ounce), ‘la oz, 1/2 oz dan 0,11 oz.

Harga koin Krugerrand didasarkan pada pergerakan harga emas di pasar komoditas dunia yang bergerak terus. Tapi koin-koin yang dibuat secara khusus dan diproduksi terbatas, akan dihargai lebih tinggi. Koin Krugerrand khusus (proof collector edition) yang diproduksi secara terbatas dan tematik, harganya akan melebihi kandungan emas dalam koinnya. Semakin langka semakin mahal. Semakin bagus kondisi fisiknya, semakin mahal juga. Edisi khusus koin Krugerrand yang cukup digemari dan dicari investor adalah edisi yang memuat gambar Nelson Mandela, pemimpin Afrika Selatan yang menentang politik apartheid.

Di pasar lokal, pernah juga dipromosikan sarana investasi dengan koin ONH. Tujuannya adalah sebagai sarana bagi calon jemaah haji untuk menabung. Kelemahannya adalah sifatnya yang terbatas dan localized. Namun, bagi kalangan muslim yang mempersiapkan diri untuk naik haji, penting untuk mempertimbangkan emas sebagai sarana menabung. Dalam jangka panjang, ternyata nilai nominal ONH terus terdepresiasi terhadap emas. Pada tahun 90-an seorang calon jemaah haji memerlukan 250-300 gram untuk ONH, kini hanya butuh separuhnya saja. Selain harganya yang terus meningkat, emas bebas dari riba.

Jika berminat mengoleksi koin emas, perhitungkan tingkat kesulitan untuk menjualnya kembali. Perhatikan merek-merek yang sudah mendapat kepercayaan di pasar. Ada baiknya untuk memilih produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles. Mereka adalah produsen aset berkualitas dunia dan produknya diminati kolektorinternasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s