Menyimpan Emas Perhiasan di Rumah

Banyak cara menyimpan emas. Yang paling mudah adalah menyimpan di rumah, misalnya ditaruh di lemari atau di brankas besi. Ada juga yang menyimpan di bawah lantai, atau pada langit-langit rumah. Ini adalah metode penyimpanan tradisional yang tentu saja kurang aman.

Cara tradisional lain adalah menyimpan di tempat-tempat yang unik. Orang Bugis sering menaruh emas dalam ikat pinggang mereka. Orang Saigon membungkus emas dengan kertas beras atau kim thanh. Ada yang menguburkannya di dalam tanah, memasukkannya ke dalam rongga kayu, dan lain-lain.

Tujuan utama metode penyimpanan tradisional adalah menyembunyikan emas dari orang lain. Tapi metode modern adalah mempersulit orang untuk mengambil emas tersebut, walaupun mereka tahu tempatnya. Dengan keamanan yang ketat, orang sangat sulit mengambil emas di brankas besi di bank, misalnya.

Hingga kini, kebanyakan emas perhiasan disimpan di rumah pemiliknya. Untuk jenis perhiasan yang dipakai sehari-hari, tentu saja tidak perlu disimpan di bank. Ada baiknya membeli brankas besi tahan api untuk menyimpan koteksi emas perhiasan di rumah. Waspadai juga setiap orang yang memiliki akses ke tempat penyimpanan perhiasan. Belakangan ini, muncul modus operandi baru pencurian oleh pembantu yang ternyata memiliki sindikat di belakangnya.

Jika hendak bepergian dalam waktu lama, misalnya ke luar negeri atau mudik ke kampung halaman, menyimpan emas perhiasan di rumah tentu berisiko. Menyewa safety deposit box di bank pasti mahal, karena biayanya dihitung per tahun. Karena itu diperlukan tempat penyimpanan alternatif. Salah satunya adalah menyimpan emas perhiasan di pegadaian.

Menyimpan emas di pegadaian relatif aman, seperti halnya di bank. Tentu saja, yang dimaksud adalah pegadaian resmi milik pemerintah. Pegadaian akan mengasuransikan emas perhiasan yang dititipkan nasabahnya. Keuntungan lain adalah diperolehnya pinjaman (dengan bunga, tentu saja) yang bisa digunakan untuk menambah uang saku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s